
Jakarta – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar dalam waktu dekan akan berkunjung ke Aceh untuk melihat langsung keberadaan hutan mangrove dan hutan kota yang di Kota Langsa.
Informasi tersebut disampaikan Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh, H Firmandez, Kamis, 20 September 2018. Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 ini menjelaskan, Menteri Siti Nurbaya Bakar sangat tertarik dengan hutan mangrove Langsa setelah mendengar penjelasan darinya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Eselon I Kementerian LHK di Komisi VII DPR RI beberapa waktu lalu.
“Banyak yang tidak tahu tentang keberadaan hutan mangrove di Langsa, setelah kita jelaskan bahwa ini hutan mangrove terluas di Asia Tenggara dan kita perlihatkan videonya, banyak yang tertarik untuk datang ke sana, termasuk Menteri LHK, ibu Siti Nurbaya Bakar. Kita minta Kementerian LHK untuk mendukung upaya penyelamatan hutan mangrove di Kuala Langsa,” jelas H Firmandez.
Sebelumnya, pada 10 Agustus 2018, H Firmandez juga meminta kepada Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian LHK, M R Karliansyah untuk membantu penyelamatan hutan mangrove Langsa.
Malah, H Firmandez bersama Wali Kota Langsa, Usman Abdullah alias Toke Suuem diundang ke Kementerian LHK untuk membicarakan tentang langkah-langkah pelestarian hutan mangrove. Pada kesempatan itu Toke Suuem juga mempresentasikan tentang potensi hutan mangrove Kuala Langsa di hadapan tim Kementerian LHK.
“Penyelamatan hutan mangrove ini harus terus kita dorong, kita upayakan hingga ke Kementerian LHK, karena hutan mangrove Langsa itu merupakan aset nasional, di saat hutan mangrove di berbagai daerah lain di Indonesia mengalami pengrusakan dan penjarahan, Pemerintah Kota Langsa berhasil melestarikannya. Ini patut kita apreasiasi,” ujar H Firmandez.
Ketua Departemen Hubungan Antar Lembaga DPP Golkar ini juga meminta Kementerian LHK harus membantu dan mendukung pengawasan dan penegakan hukum bagi para pelaku pembalakan, serta menyediakan anggaran pengembangan dan rehabilitasi lanjutan.H Firmandez juga berharap, pemerintah melalui berbagai BUMN dan anak perusahaannya bisa ikut membantu langkah penyelamatan hutan mangrove tersebut, melalui berbagai program sosial dari pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR). [HK]
Sumber: Teropong Aceh